Posts

Gadis Kacamata 6

Terkadang, kita sebagai manusia akan rela mengorbankan segalanya untuk orang yang kita sayangi. Cinta manusia seperti sebuah racun yang menyusup dalam tiap sel darah. Dia menyelimuti logika dan mengesampingkan matematika.
  Keyakinan dan cinta, dua hal yang mampu membuat kemanusiaan menjadi buta. Rela melakukan apa saja untuk mempertahankan apa yang diyakini dan dicintai. Kedua hal ini juga yang kadang dimanfaatkan sekelompok oknum untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
  Tapi, keyakinan dan cinta pula yang masih menjadikan manusia mempertahankan kemanusiaan. Tanpa keduanya, tak ada bedanya kita dengan ayam kampung.

-Makan, bereproduksi, mati-
  Santi,
  Sejenak gadis inilah yang mengajarkanku arti sebuah keikhlasan. Ikhlas untuk mengikhlaskan hal yang tak bisa diraih dalam hidup. Ikhlas untuk menerima bahwa kita adalah manusia yang punya obsesi lebih tinggi dari kemampuan. Ikhlas manakala jalan hidup ini tak semulus paha Aura Kasih.   Sore itu, gerimis menyambangi Bandung. Matahar…

Gadis Kacamata 5

Setelah kebersamaan malam itu, di kontrakan Santi, membuat gue merasa kalut. Menjadikan satu dari sekian hari yang kujalani sangat berarti. Otak suka nyaring, mana yang perlu diingat, mana yang harus dilupakan.Yaps, dan otak gue lebih memilih untuk mengingat hal kecil itu, secara manusiawi. Kadang aku sadar, bahwa semua kenangan manis hendaknya dilenyapkan dari sisi otak ini. Agar saat tak bisa mengulangi, tidak menggerogoti hati yang bakal jadi pilu.Kenangan,
Sebuah kata benda tapi tak berwujud. Sangat mempengaruhi seseorang. Lebih dari sekedar kata benda berwujud lain.Oke, kembali ke cerita.
Hari selanjutnya, gue jadi kaku menghadapi hati gue sendiri. Perasaan ini serasa canggung untuk menerima Santi sebagai seseorang yang secara kebetulan ada di kursi 17a. Di gerbong kereta. Yapz, perkenalan tak disengaja itu sepertinya jadi madu sekaligus jadi cambuk bagi diriku sendiri.Bagaimana tidak?!
Setelah pertemuan kedua dengannya di kontrakkan, membuat gue makin labil. Bak nyiur yang diter…

Gadis Kacamata 4

Pertemuan kedua malam itu sungguh mengesankan. Aku disuguhi buka dengan 3 macam minuman oleh Santi. Es jus jambu, air putih, dan susu segar (awas ngaco).
Kami buka berdua, karena kakak Santi yang juga cewek, sedang kerja. Di kontrakan situ, Santi berdua sama Kakak perempuannya. Kata Santi sih, udah mau nikah. Dan si Kakak sudah punya calon suami.
"Sedang kamu, juga udah punya calon?!" tanyaku memancing.
"Ih, apaan sih. Kerja juga belum punya tabungan. Gimana mau nikah?!" balasnya polos.
"Iya sih, apalagi cowok. Kudu punya persiapan matang" jawabku.
"Nah, udah nyadar. Makanya, kerja yang rajin. Jangan boros-boros. Rokok tuh kurangin!!" timpalnya tegas.
"Yee... Demo tuh pemerintah, biar nutup semua pabrik rokok!!" gue sedikit ngeyel biar jadi perdebatan
Yaps, bukan gue namanya kalau nggak ngeyel. Santi dengan bijaknya memberi alasan-alasan kenapa kudu berhenti merokok. Akh, wanita emang gitu. Tapi gue maklumi, dan Santi juga masih mem…

Gadis Kacamata 3

Sesampainya di depan Komplek Mutiara, kubaca rangkaian huruf yang tertera di atas bangunan kokoh seperti sebuah sambutan selamat datang. Yaps, bener ini dia. Belum lama memuji diri sendiri karena nggak nyasar, aku menemukan sebuah pemandangan yang sepertinya membuat aku merasakan "de javu".Bukan pemandangan alam, tapi pemandangan manusiawi dengan rambut terurai dan kacamata tebal minus 3. Dia sedikit melambaikan tangan seolah memberi tanda "aku disini"...Kelegaanku memenuhi rongga otak yang sebelumnya kosong. Santi sungguh gadis baik, tepat janji dan sambil membawa serentetan kantong plastik yang tak ramah lingkungan itu, dia menyapa dan segera mengajakku ke kontrakannya.Ish, meski ini pertemuan kedua kami, tapi aku dan Santi sudah biasa soal ngobrol. Tapi masih canggung soal situasi. Apalagi pas lewat depan toko deket kost, yang bisa disebut sebagai ibu-kota kost-an situ, Santi berjalan biasa hanya memandang ke bawah dan tak mengindahkan aku. Seolah, nggak mau did…

Gadis Kacamata 2

Setelah sampai di Stasiun Kebumen, Santi pun turun dengan tanpa keikhlasan dariku. Sungguh suatu keberuntungan besar malam itu. Dia menatapkan matanya yang terlindung kacamata minus 3 dan memandangku dari bawah gerbong. Kubalas dengan senyuman kecut, senyuman tak rela.Entah apa yang musti kurasakan, dan mendadak sepertinya aku mati rasa.Kahuripan berjalan lagi untuk menuntaskan tugasnya agar sampai Kediri tepat waktu. Kutarik nafas panjang, kupandangi angka yang tertera di atas bangku penumpang.17aKuingat angka itu sampai sekarang. Angka keberuntungan yang membuat gue berjumpa dengan sesosok wanita supel, mandiri dan keibuan. Tuhan Maha Asik. Tau kalau sedang dirundung nestapa karena ayah sedang sakit, dan mengirim Gadis minus 3 itu buat teman becandaku malam itu. Di kursi 17.Aku orang yang suka menghubung-hubungkan sesuatu hal. Aku pun mendadak jadi musrik dan menganggap angka 17 adalah angka keberuntungan bagiku. Atas dasar lahir di tanggal 17, gue pun malah tambah percaya keberuntu…

Spesies Makhluk Gaib Jawa

Jawa, salah satu pulau yang sarat akan kebudayaan. Nusa elok nan padat penduduk tersebut sudah memiliki berbagai keragaman kepercayaan. Yang tertua diketahui dalam sejarah adalah masuknya kepercayaan Hindu-Budha.Tanpa dipungkiri, kepercayaan masyarakat Jawa dulunya adalah Animisme-Dinamisme. Tapi setelah masuknya Islam modern, percaya pada benda mati dan leluhur diharamkan. Meski demikian, sampai sekarang masih banyak orang yang percaya dan takut, bahkan memuja makhluk-makhluk gaib.Dari berbagai narasumber, diketahui bahwa selain manusia, hewan, dan tumbuhan yang nampak oleh mata telanjang, hidup juga makhluk gaib tak kasat mata.Nah, disini saya akan mecoba menyebutkan dan menerangkan macam dan jenis-jenis makhluk gaib yang ada di Jawa, dengan narasumber sesepuh-sesepuh yang percaya akan makhluk halus tersebut.Jenis makhluk gaib pertama adalahMEMEDIMemedi atau biasa di jawa disebut medi adalah roh dari orang yang sudah meninggal.
Semua jiwa manusia yang sudah meninggal pasti akan jadi…

Efek Positif Rokok

Image
Merokok dapat menyebabkan Kanker, serangan jantung, Impotensi, gangguan kehamilan dan Janin.Anda yang perokok, pasti tau kan kalimat di atas. Nah, Peringatan Pemerintah tersebut ada di setiap bungkus rokok yang legal. Maaf, yang ilegal tidak termasuk, salah satunya 'tingwe'.Pemerintah tak henti-hentinya memberi peringatan kepada masyarakat untuk tidak merokok. Bahkan sampai buat peraturan, merokok di tempat umum bakal didenda sekian juta. Sangat kritis, dan tak satupun yang berhasil.Dewasa ini, peringatan di tiap kemasan rokok berubah jadi 'Merokok Membunuhmu'Saya fikir, terlalu lebay. Maka dari itu tak menyurutkan perokok untuk menghentikan aktifitas merokoknya.Kita semua juga tahu, banyak efek negatif dari merokok. Mulai dari menyurutkan kantong, menghabiskan korek api, membuat bolong pakaian katun dan lain sebagainya. Tapi dibalik itu, ada efek positifnya juga loh. Mari kita simak!1. Pemasok pajak Negara.
Tanpa dipungkiri, bea cukai rokok bisa dikategorikan pajak ne…

Tante Sun

Tante Sun
Begitulah gue menyebutnya saat pertama bertatapan dengannya. 2 anak dia punya, tapi tubuhnya yang seksi membuat orang tak akan percaya pada statusnya.Yaps,
Bahkan aku juga tak percaya bakalan tertarik pada nie orang. Perawakannya kecil dan punya bibir yang menggoda. Membuat libido gue meninggi ampe ambang overheat. Hufh, dasar gue yang masih jomblo, tanpa fikir panjang berinisiatif tuk mengetahui seluk beluk nie tante.
Kala itu gue sering maen ke temen gue yang rumahnya dua puluh lima langkah dari tante. Disitulah kisah ini berawal..."Lihat tu, Pul.. udah punya 2 anak tapi masih so seksi. So hot..." gumam gue ke Ipul yang kebeneran duduk di depan rumah temen gue, Arip."Iya tuh... apa ya rahasianya" timpal Ipul sambil melongo.Gue hanya bisa menggelengkan kepala seraya berangan yang enggak-enggak....Beberapa hari berselang, gue makin beringas buat ngedeketin Tante Sun. Tanpa fikir panjang, gue memotret dia dan dia tersadar karena lampu flash gue. Gue tahu …

#30harimenulissuratcinta

Image
Perkenalan pertama denganmu Eh, sebenarnya bukan perkenalan sih ya. Itu perbincangan pertama kamu dan aku yang terpatri di otakku. Sebab kita nggak pernah berkenalan secara formal. Inget waktu itu, aku jadi senyum sendiri.
...
Setelah aku stalking kamu, eh ternyata kamu menarik juga. Pertamanya, Kamu biasa aja, cuek, jutek, nggak menanggapi aku secara serius, yah seperti gadis cantik pada umumnya.
Aku kadang juga nggak mempedulikan kamu. Karena waktu itu, aku juga punya seseorang yang musti aku lebih perhatikan daripada kamu.
Dan beberapa bulan setelah mengenalmu, kamu mulai berani bercerita, tentang kehidupan pribadi kamu, masalah hati kamu. Akh, kamu cengeng banget kala itu.

Dan dengan pura-pura bijak, aku memberimu semangat agar lebih kuat menghadapi hati. Entah berpengaruh atau tidak, nyatanya kamu sedikit demi sedikit bisa ceria kembali. "Kamu lebih kuat"
...


Yap, aku orang yang pesimis. Kamu sudah mulai masuk ke dalam lamunanku. Kamu menerobos alam bawah sadarku. Kamu …

Siang Itu Di Toko Ibumu

"Ini berapa ??!!"

"Dua ribu..tiga..!!"

"Hah, dua ribu tiga ??!! Sudah kadaluwarsa, lah !!"

"Iiih, harganya !! Dua ribu dapet tiga. Iiish....!!!"

...


Otak suka nyaring. Mana yang perlu diingat, mana yang harus dilupakan.

Obrolan pertama denganmu yang tersimpan di otakku, masih belum ada eraser  yang mampu menghapusnya.

Aku ingat beberapa detik saat pertama kamu balas pertanyaanku. Saat pertama berbincang denganmu.

Suhu udaranya !!!

Suara detik jamnya !!!

Muka keselnya !!!

Ya,
Kadang aku senyum sendiri mengingat itu. Candaanku yang kutujukan padamu, malah seperti boomerang yang membuatku tersenyum dengan sendirinya.

Bukan,
Bukan candaku yang terkutip di kepala.
Tapi event pertama berkomunikasi dengan kamu yang membuatnya  menjadi sebuah peristiwa tak terlupakan hingga kini.

Akh...

Kamu sudah lupa ya ??!!

Nggak masalah.

Malah kamu wajib lupa kok. Sebab kalau inget, kamu pasti sudah gila kayak aku.

Aku yang terlalu tidak pelupa untuk hal-hal kecil t…

Ambruknya Warung Mandiri

Ibu kota lebih kejam dari Ibu tiri Saya rasa kalimat tersebut terlalu ekstrim. Karena saya belum pernah mendapatkan kejamnya ibukota juga belum merasakan kejamnya ibu tiri.
Nah, kali ini saya akan melanjutkan cerita tentang Warung Mandiri. Yap, bukan hanya bank saja yang Mandiri, tapi warung juga ada yang merk-nya Mandiri.

Saya sudah sampai pada tahap perkembangan untuk usaha yang didalangi Mbak saya tersebut. Warung ini sudah makin banyak pelanggan. Tapi namanya usaha, pasti ada maju dan mundurnya.

Oke, berawal dari warung ini, gue mengenal lebih dalam kepribadian Jakarta. Tiap pagi menyongsong, jalan-jalan dipenuhi sesaknya nyawa manusia untuk memulai rutinitasnya. Termasuk gue, setelah berhadapan dengan Pattimura berpisau panjang di pasar, gue langsung menyikat abis tuh sayuran menjadi berkeping-keping.

Inem sebagai koki lebih fokus pada kompor dan masakannya. Gue lebih fokus pada pisau buat membelah sayuran. Tiap hari, warung kami berganti menu di sayuran yang berkuah. Kadang say…

Berdirinya Warung Mandiri

Jakarta senja itu... Menyisakan mimpi yang tak terbeli. Bahkan terutang. Kadang kesabaran dan ketekunan tetap berimbuh kegagalan. Kagagalan yang membuat kehidupan makin berantakan. Seberantak jomblo yang merindukan cewek dalam poster kalender dan berharap si cewek datang menyapa dan berkata "sayang, kita jadian yuk..."
Sepenggal kegagalan dalam cinta sudah terlalu terbiasa. Sisanya hanya sakit hati, sembuh, godain wanita lain lagi, dan berulang lagi, begitu lagi, dan lagi sampai lagi-lagi gagal dan tidak bisa membedakan mana yang gagal dan mana yang lagi-lagi gagal. Setiap kata dibuntuti kata gagal, entah gagal lagi, lagi-lagi gagal maupun terus berulang gagal. Nasib-Nasib.

Kali ini, Saya berbagi kegagalan yang bukan "awal dari kesuksesan". Setahuku gagal ya gagal. Bukan sebuah kesuksesan yang tertunda. Karena saat gagal, gue nggak pernah mencium seditpun aroma kesuksesan. Yang ada aroma busuk untuk mengakhiri hidup dengan nyemplung ke sumur galian, tapi yang belu…

Tentang Bincangku Dan Tuhan Saat Hujan

Image
Hujan datang lagi. Aromanya tercium jelas, aroma kesejukan, aroma kedamaian.

Kali ini hujannya tenang. Setenang bayi yang terlelap di pelukan ibunya. Berharap bisa setenang itu selamanya.

Tapi semua juga pasti sadar. Tak ada kekekalan kecuali Sang Hakiki.

Kubuat secangkir kopi, kopi ketenangan.

Masih, masih sama...

Seperti hari sebelumnya, aku selalu membincangkan kamu dengan Tuhanku bersama secangkir kopi itu.

Dan selalu ada senyum tersipu di seringaiku dalam perbincanganku tentangmu.

Tuhan mengerti aku.

Tak pernah sedikitpun memori tentangmu dihapus oleh-Nya.

Jibril malah dengan gagahnya mengisi pundi ingatanku tentangmu. Lewat hujan yang Dia turunkan, lewat nikmatNya yang tak pernah mengikiskan semua hal tentangmu. Lewat Semua mu.

Aku tahu,

Tuhan dan Jibril memang berkompromi untuk memberiku berkah atas memori tentangmu. Mereka memang cerdik. Selalu bisa membuatku bahagia dan kadang nelangsa.


Aku berterimakasih padamu.

Pada...

Tuhan, yang selalu menemaniku dalam obrolan ringan ten…

Maafkan Aku, Rani !!!

Gue udah berhasil tahu namanya, Rani.
Rani tidak terlalu cantik layaknya gadis pujaan pria. Standart buat gue, karena gue juga sering lihat muka sendiri di cermin. Ya, saya sadar dengan nilai muka sendiri. Jadi juga enggak memilih yang terlalu berlebihan. Apalagi dari awal saya pengen punya hiburan agar betah saat kerja. Mau dibilang main-main juga nggak apa-apa. Yang penting gue bakal ngegombal segombal-gombalnya untuk meyakinkan Rani bahwa gue sayang dia (untuk saat itu) tapi gue juga nggak berani bilang SELAMANYA. Walau bagaimanapun, kata yang terucap adalah sebuah komitmen. Semakin seseorang berkomitmen dengan ucapannya, semakin orang tersebut dapat dipercaya oleh siapapun. Itulah dasar yang gue pegang, Kadang !!!
"Krrrrkkk...."
Hapeku bergetar,
"1 pesan diterima"
Gue buka, nomor baru.
"Hai, Hanip ya..."
Nomor baru, langsung tahu nama gue. Gue langsung menebak, pasti ini Rani. 99%.
"Iya, ini siapa ya...???!!!"
Balesan gue untuk sms tadi. Me…

Namanya, Rani

Lanjutan dari "warung bu RT"
Sesampainya di lantai 12, gue hanya bisa diem melihat Tafsir membuka bekal. Bukan nasi+lauknya, juga bukan ayam panggang. Melainkan daftar skenario ruang yang bakal kami bedah.
Tepatnya, ruang kamar mandi. Tapi kamar mandinya masih polos. Belum mengerti cinta dan selingkuh. Eh, maksudnya belum ada bak mandi, shower dan segala jenis bentuk peralatan mandi.
"Geraji....!!!" Pinta Tafsir sambil naik diatas tangga alumunium yang gue bawa tadi.
"Niih.....!!!!"
Rogh...rogh...orogh...orogh...orogh...dst
Gila, baru pertama gue kerja, gue lihat rekan gue menggergaji plafond.  Sadar nggak dia ???!!!  Jangan-jangan dia membuat sabotase untuk mengeluarkan saya dari proyek ???!!!! Atau kemungkinan parahnya dia kesurupan setan lantai 12 ??!!! Dan kalau bener, leher gue juga bisa digergaji... 
Akh, Gue menenangkan diri. Mencoba berfikir positif.
"Bang....bang.....!!!!!" Teriak gue disela suara berisik Tafsir yang asik menggergaji p…